Close Menu
lampungsekelik.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    IKHTIAR & TAKDIR

    April 17, 2026

    2026 DAN MASA DEPAN INDUSTRI KREATIF

    April 14, 2026

    NENGAH NYAPPUR, NILAI SOSIAL ORANG LAMPUNG DALAM BERGAUL

    April 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    lampungsekelik.comlampungsekelik.com
    • Home
    • Features
      • Example Post
      • Typography
      • Contact
      • View All On Demos
    • Technology

      Is the Hyperloop Doomed? What Elon Musk’s Latest Setback Really Means

      Maret 10, 2022

      The Best Early Black Friday Deals on Gaming Laptops and Accessories

      Maret 10, 2022

      Apple Watch’s ECG Can Help Diagnose Heart Problem: Research

      Januari 19, 2021

      Simple Tips and Tricks to Take Care of Your Expensive DSLR Camera

      Januari 16, 2021

      Tech Study Reveals Effects of Mobile Technology on Professionals

      Januari 15, 2021
    • Typography
    • Phones
      1. Technology
      2. Gaming
      3. Gadgets
      4. View All

      Is the Hyperloop Doomed? What Elon Musk’s Latest Setback Really Means

      Maret 10, 2022

      The Best Early Black Friday Deals on Gaming Laptops and Accessories

      Maret 10, 2022

      Apple Watch’s ECG Can Help Diagnose Heart Problem: Research

      Januari 19, 2021

      Simple Tips and Tricks to Take Care of Your Expensive DSLR Camera

      Januari 16, 2021

      Game Development This Week: Save On Essential Tools and More

      November 19, 2022

      Riot Games Acquires a Wargaming Studio to Help With Live Game Development

      Maret 10, 2022

      Keep Talking and Nobody Explodes: A Boomer Gaming in VR

      Maret 12, 2021

      Hologate Announces New Plans for First Large Format World VR Arcade

      Januari 16, 2021
      8.9

      DJI Avata Review: Immersive FPV Flying For Drone Enthusiasts

      Januari 15, 2021
      8.9

      Bose QuietComfort Earbuds II: Noise-Cancellation Kings Reviewed

      Januari 15, 2021

      Thousands Of PC Games Discounted In New Black Friday Sale

      Januari 15, 2021

      Could Solar-Powered Headphones Be The Next Must-Have?

      Januari 15, 2021

      Will Using a VPN on Phone Helps Protect You from Ransomware?

      Januari 14, 2021

      Popular New Xbox Game Pass Game Being Review Bombed With “0s”

      Januari 14, 2021

      Google Says Surveillance Vendor Targeted Samsung Phones

      Januari 14, 2021

      Why Are iPhones More Expensive Than Android Phones?

      Januari 14, 2021
    • Buy Now
    Subscribe
    lampungsekelik.com
    Beranda » BEJULUK BEADOK, NILAI SOSIAL DALAM GELAR ADAT LAMPUNG
    BANDAR LAMPUNG

    BEJULUK BEADOK, NILAI SOSIAL DALAM GELAR ADAT LAMPUNG

    adm@lampungsekelik.comBy adm@lampungsekelik.comApril 12, 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    lampungsekelik.com –

    Nilai sosial adalah konsepsi abstrak tentang apa yang baik sehingga harus dianut dan apa yang buruk sehingga harus dihindari, contoh dari nilai sosial yang dianut oleh orang Lampung adalah Piil Pesenggiri, Sakai Sambayan, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Bejuluk Buadok. Nilai sosial tersebut kemudian telah menjadi falsafah hidup yang turun temurun dan mendarah daging terwarisi sejak dari zaman dahulu berpuluh-puluh bahkan beratus tahun lamanya hidup berkembang menjadi adab, adah, dan adat membudaya mengakar serta melekat meskipun terkadang oleh perubahan zaman mulai tergerus. Nilai-nilai tersebut kadang ada yang hilang ditinggalkan namun ada yang masih tetap terwarisi, terpelihara dan terjaga bahkan menarik untuk digali, dari mana, untuk apa, apa urgensinya dan bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam sistem kekerabatan keluarga dan hubungan masyarakat adat pada masyarakat adat lampung ada istilah yang namanya Tutogh, Juluk, dan Adok. Tutogh adalah panggilan untuk sistem kekerabatan yang bersifat bertingkat/berkasta/memiliki stratifikasi. Contoh Tutogh orang Lampung seperti : Kanjang, Kunjung, Kanjeng, Anjeng, Agen, Regen, Anjung, Tuan, Pun, Puan, Uwan, Wan, Wanda, Kanda, Pusat, Gusti, Kiyay, Batin, Tati, Titah, Itah, Papahan, Sumbahan, Rajo, Ajo, Menak, Minak, Agungan, Kagungan, Baginda, Ginda, Junjun, Junjunan, Akhi, Ahun, Akhuya, Susi, Sus, Ses, Radin, Adin, Uda, Udo, Cikwo, Yunda dan sebagainya. Tutogh tersebut begitu sangat banyak karena Lampung hampir banyak menyerap bahasa panggilan dari berbagai macam suku bangsa dan bahasa termasuk panggilan Uni, Teteh dan Daing. Sedangkan Juluk adalah nama lain atau gelar yang diberikan kepada seseorang yang masih kecil atau belum menikah yang sifatnya juga bertingkat, juluk tersebut diberikan melalui proses pemberian gelar pada anak yaitu proses Ruyang ruyang mandi pagi. Proses pemberian gelar dilakukan dengan cara nyanang yaitu menabuh canang disaksikan oleh tokoh-tokoh adat dan perwatin dalam rapat permusyawaratan adat dan pada saat pemberian gelar adat tersebut dibacakan pula pepancor yaitu sejenis pantun yang biasa dibacakan pada saat pemberian gelar-gelar adat pada masyarakat adat lampung. Juluk adalah nama kecil panggilan adat lampung biasanya pemberian dari kakek yang melekat terus sampai kemudian ia mendapat adok.

    Adok adalah nama lain atau gelar yang diberikan kepada seseorang (orang lampung) yang telah menikah yang sifatnya juga bertingkat/berkasta. Proses pemberian gelarnya pun hampir sama yakni dilakukan dengan cara nyanang yaitu menabuh canang disaksikan oleh tokoh-tokoh adat dan perwatin dalam rapat permusyawaratan adat. Adok tersebut didapat dan “diterangkan” melalui prosesi Begawi Mupadun Adat atau paling minimal melalui Begawi Nguruk diway (Begawi kecil dalam sistem hukum adat Lampung Pepadun khususnya Lampung Marga Sungkai Bunga Mayang). Dengan prosesi Begawi Mupadun atau Begawi Nguruk diway tersebut seseorang mendapatkan adok sehingga sah secara adat untuk dapat diterima dalam pergaulan adat (Nyelesai Ko Rasan Adat) karena telah menyelesaikan acara adat di Tiyuh kediamannya disaksikan oleh tokoh-tokoh adat Paksi, Perwatin, Tuha Raja Bidang Suku dari Tiyuh dan Marga lainnya disekitar.

    Bejuluk Buadok adalah sebagai suatu Titei Gumattei (tata ketentuan) pokok yang selalu diikuti yang diwariskan turun temurun dari zaman dahulu dengan menghendaki agar seseorang disamping mempunyai nama juga diberi gelar sebagai panggilan terhadapnya, bagi yang belum berkeluarga diberi Juluk (bejuluk) dan setelah berkeluarga diberi Adok (Beadok) sebagai salah satu bentuk kekayaan yang tidak dimiliki oleh suku bangsa lain. Falsafah hidup orang lampung tentang Bejuluk Beadok telah menjadi budaya hukum adat masyarakat dan telah menjadi asas dan norma sehingga berdasarkan Juluk Adok yang telah disandangnya seharusnya memiliki budaya malu dalam melakukan perbuatan tercela seperti : korupsi, mencuri, berzina, atau melakukan perbuatan tercela lainnya akan mengakibatkan turunnya nilai kehormatan bagi nama baik pelaku pemilik Juluk Adok dan keluarganya. Karena dalam prinsip juluk dan adok bahwa harta dan uang bisa dicari dan dibeli akan tetapi harga diri, kehormatan, marwah, dan moralitas yang terjaga jauh lebih bernilai daripada harta dan uang. Nama baik atau nama besar dari Bejuluk Beadok adalah sebagai lambang kehormatan yang harus dapat dipertahankan, dijaga dan dijiwai sesuai dengan kebesaran nama yang telah disandang.

    Juluk dan Adok seseorang tidak sembarang orang dapat memakainya karena salah juluk dan salah adok bagi orang lampung yang memegang teguh titei gumantie adat disebut perbuatan cempala/cepalo sebagai suatu bentuk pelanggaran adat karena melanggar asas kepantasan dan kepatutan. Bejuluk beadok sepatutnya berdasarkan status pribadi dalam struktur kepemimpinan atau kedudukan adat (stratifikasi) dengan tidak menabrak aturan atau asal memberi nama dan gelar. Karena faktor keturunan, Anak Tertua, Kedudukan dalam Paksi menentukan gelar mana yang pantas untuk disandang. Sebagai contoh gelar Adok adalah mulai dari Suntan/Suttan, Sunan, Pengiran, Minak, Tuan, Raja, Radin/Raden, Batin  dan lain-lain yang terkadang setiap Kebuayan/Jurai, Keratuan/Kedatuan atau Marga/Mego tidak sama kedudukan ataupun urutannya hal tersebut disesuaikan dengan adat yang berlaku pada kelompok masyarakat adat yang bersangkutan.

    Nama Juluk Adok yang diberikan merupakan identitas yang harus dijaga kehormatannya sebagai nama baik sebagai bagian dari nilai Piil Pesenggiri orang lampung, karena tidak semua atau sembarang orang bisa mendapatkan gelar yang disematkan tersebut. Sebuah suatu kewajiban bahwa dalam bersikap dan berperilaku yang mencerminkan kerendahan hati dan kebesaran jiwa untuk bisa menghormati terhadap sesama dalam pergaulan adat, baik dalam paksi-paksi, lebuh, Keratuan/kedatuan, Marga/Mego dan Kepenyimbangan. Pemberian gelar yang sesuai dengan garis nasab keturunan sehingga dalam tatanan kehidupan sehari-hari memiliki peran sesuai dengan tempat dan kedudukannya dilingkungan masyarakat adat, kepemerintahan ataupun hubungan tanggung jawab seseorang dengan Tuhannya.

    Hampir sama konsepnya ketika Rasulullah Muhammad SAW memberikan julukan kepada para sahabat diluar namanya seperti Assidiq untuk Abu Bakar, Al Faruq untuk Umar, Dzun Nurain untuk Usman, Babul Ilmi untuk Ali, serta sahabat-sahabat lainnya yang memiliki julukan masing-masing yang diberikan oleh Rasul sebagai bentuk doa, harapan, falsafah yang memiliki filosofi dan ciri khas para sahabat. Falsafah hidup tentang Bejuluk Beadok adalah salah satu bentuk kearifan lokal atau lebih dikenal dengan sebutan local wisdom yang dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu. Ciri kearifan lokal yang berporos pada proses sebuah kebaikan ketimbang aplikasi semata menjadikannya sangat jauh dari hal yang instan sehingga menjadi cermin budaya bagi masyarakat, menjadi akar dalam pedoman kehidupan yang turun temurun dan menjadi warisan bangsa yang kaya.

    Waalahualam bisshawab.

     

    Dr. Zainudin Hasan,S.H.,M.H

    Akademisi Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung

    Ketua Bidang Hukum Majelis Punyimbang Adat Lampung Provinsi Lampung

    HP/WA: 081317331084

    Email: zainudinhasan@ubl.ac.id

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleModel Pelayanan Publik Dengan Konsep Nemui Nyimah
    Next Article Jaga Silaturahmi, PGN Gelar ‘Fun Football” Bersama Pelanggan Industri 
    adm@lampungsekelik.com
    • Website

    Related Posts

    BANDAR LAMPUNG

    Menyempurnakan Usaha di Tengah Ketidakpastian

    April 14, 2026
    BANDAR LAMPUNG

    Jaga Silaturahmi, PGN Gelar ‘Fun Football” Bersama Pelanggan Industri 

    April 13, 2026
    BANDAR LAMPUNG

    Model Pelayanan Publik Dengan Konsep Nemui Nyimah

    Maret 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    Model Pelayanan Publik Dengan Konsep Nemui Nyimah

    Maret 18, 202651 Views

    BEJULUK BEADOK, NILAI SOSIAL DALAM GELAR ADAT LAMPUNG

    April 12, 202648 Views

    Dinas PU Bandar Lampung Perbaiki Sejumlah Titik Jalan Ratu Dibalau Sepanjang 3,9 KM

    Maret 16, 202626 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    85
    Featured

    Pico 4 Review: Should You Actually Buy One Instead Of Quest 2?

    adm@lampungsekelik.comJanuari 15, 2021
    8.1
    Uncategorized

    A Review of the Venus Optics Argus 18mm f/0.95 MFT APO Lens

    adm@lampungsekelik.comJanuari 15, 2021
    8.9
    Editor's Picks

    DJI Avata Review: Immersive FPV Flying For Drone Enthusiasts

    adm@lampungsekelik.comJanuari 15, 2021

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Model Pelayanan Publik Dengan Konsep Nemui Nyimah

    Maret 18, 202651 Views

    BEJULUK BEADOK, NILAI SOSIAL DALAM GELAR ADAT LAMPUNG

    April 12, 202648 Views

    Dinas PU Bandar Lampung Perbaiki Sejumlah Titik Jalan Ratu Dibalau Sepanjang 3,9 KM

    Maret 16, 202626 Views
    Our Picks

    IKHTIAR & TAKDIR

    April 17, 2026

    2026 DAN MASA DEPAN INDUSTRI KREATIF

    April 14, 2026

    NENGAH NYAPPUR, NILAI SOSIAL ORANG LAMPUNG DALAM BERGAUL

    April 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.