Close Menu
lampungsekelik.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Optimalkan LinkedIn untuk Closing, Para Praktisi Sales Sharing di Rosa Hostel

    Mei 5, 2026

    Kolaborasi Dengan Payungi, KAMMI Metro Bedah Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua.

    Mei 3, 2026

    Jadwal Ujian Manajer Koperasi Merah Putih 2026 Resmi Diumumkan, Peserta Diminta Segera Cek

    Mei 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    lampungsekelik.comlampungsekelik.com
    • Home
    • Features
      • Example Post
      • Typography
      • Contact
      • View All On Demos
    • Technology

      Is the Hyperloop Doomed? What Elon Musk’s Latest Setback Really Means

      Maret 10, 2022

      The Best Early Black Friday Deals on Gaming Laptops and Accessories

      Maret 10, 2022

      Apple Watch’s ECG Can Help Diagnose Heart Problem: Research

      Januari 19, 2021

      Simple Tips and Tricks to Take Care of Your Expensive DSLR Camera

      Januari 16, 2021

      Tech Study Reveals Effects of Mobile Technology on Professionals

      Januari 15, 2021
    • Typography
    • Phones
      1. Technology
      2. Gaming
      3. Gadgets
      4. View All

      Is the Hyperloop Doomed? What Elon Musk’s Latest Setback Really Means

      Maret 10, 2022

      The Best Early Black Friday Deals on Gaming Laptops and Accessories

      Maret 10, 2022

      Apple Watch’s ECG Can Help Diagnose Heart Problem: Research

      Januari 19, 2021

      Simple Tips and Tricks to Take Care of Your Expensive DSLR Camera

      Januari 16, 2021

      Game Development This Week: Save On Essential Tools and More

      November 19, 2022

      Riot Games Acquires a Wargaming Studio to Help With Live Game Development

      Maret 10, 2022

      Keep Talking and Nobody Explodes: A Boomer Gaming in VR

      Maret 12, 2021

      Hologate Announces New Plans for First Large Format World VR Arcade

      Januari 16, 2021
      8.9

      DJI Avata Review: Immersive FPV Flying For Drone Enthusiasts

      Januari 15, 2021
      8.9

      Bose QuietComfort Earbuds II: Noise-Cancellation Kings Reviewed

      Januari 15, 2021

      Thousands Of PC Games Discounted In New Black Friday Sale

      Januari 15, 2021

      Could Solar-Powered Headphones Be The Next Must-Have?

      Januari 15, 2021

      Will Using a VPN on Phone Helps Protect You from Ransomware?

      Januari 14, 2021

      Popular New Xbox Game Pass Game Being Review Bombed With “0s”

      Januari 14, 2021

      Google Says Surveillance Vendor Targeted Samsung Phones

      Januari 14, 2021

      Why Are iPhones More Expensive Than Android Phones?

      Januari 14, 2021
    • Buy Now
    Subscribe
    lampungsekelik.com
    Beranda » Kolaborasi Dengan Payungi, KAMMI Metro Bedah Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua.
    Berita

    Kolaborasi Dengan Payungi, KAMMI Metro Bedah Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua.

    adm@lampungsekelik.comBy adm@lampungsekelik.comMei 3, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    lampungsekelik.com – Metro, Lampung – KAMMI Daerah Metro berkolaborasi dengan Payungi University Metro menyelenggarakan kegiatan bedah film dokumenter “Pesta Babi” (2026), karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale, pada Minggu, 3 Mei 2026 di Payungi Metro.

    Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis bagi pemuda Kota Metro dalam menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya terkait isu deforestasi dan perampasan ruang hidup.

    Film dokumenter “Pesta Babi” mengangkat realitas sosial-ekologis masyarakat adat Papua yang terdampak proyek pembangunan berskala besar. Isu deforestasi, perampasan ruang hidup, hingga perubahan pola hidup masyarakat menjadi sorotan utama dalam film tersebut.

    Founder Payungi Metro, Dharma Setyawan, menegaskan pentingnya ruang diskusi sebagai wadah membangun kesadaran kritis generasi muda. Ia menyampaikan,

    “Ruang diskusi menghidupkan kembali nalar kritis pemuda di Kota Metro. Sorotan isu ekologis di Papua tentang deforestasi merupakan pembangunan yang tidak mengedepankan aspek sosial budaya. Langkah konkret hari ini sebagai pemuda adalah hadir turun dalam pemberdayaan yang membangun, mengkritik, dan melakukan perlawanan.”

    Moderator kegiatan, Dwi Suranti, turut menyoroti ketimpangan kontribusi sumber daya alam terhadap pendapatan negara. Ia menyampaikan,

    “Sumber daya alam sebenarnya hanya menyumbang 7,3% untuk APBN sementara pendapatan di sektor paling tinggi masih didominasi oleh pajak sebesar 82,1%. Artinya rakyat diperas secara ugal-ugalan oleh pajak dan rakyat Papua disingkirkan dari wilayah hutan adat. Andai pemerintah mau kreatif, seharusnya bisa mengembangkan sektor lain untuk meningkatkan pendapatan atau menerapkan ekonomi smart farm yang tidak membutuhkan lahan luas.”

    Pemantik pertama, Mustika Edi Santosa, menegaskan bahwa persoalan di Papua tidak dapat dilepaskan dari konteks sejarah panjang kolonialisme dan eksploitasi sumber daya. Ia menyampaikan,

    “Konteks kasus ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh sejarah. Kolonialisme di Papua adalah potret keserakahan oligarki di mana hanya satu kelompok investor yang menguasai dan menikmati hasil hutan Papua, sementara masyarakat adat terusir dari ruang hidupnya. Mereka dipaksa beralih ke komoditas seperti padi, tebu, dan sawit, padahal selama puluhan tahun kebutuhan hidup mereka tercukupi dari hutan.”

    Ia juga menyoroti kearifan lokal masyarakat adat sebagai bentuk perlawanan ekologis:

    “Keunikan perlawanan mereka ditunjukkan melalui simbol doa dengan salib merah, serta tradisi suku Muyu dalam ‘pesta babi’, di mana babi dilepaskan ke hutan selama bertahun-tahun sebelum diburu. Setiap keluarga yang mengonsumsi memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian hutan. Ini adalah konsep ekologis sederhana: menerima dan mengembalikan kepada alam.”

    Sementara itu, pemantik kedua, Irfan, menekankan pentingnya keberpihakan pemuda dalam melihat isu pembangunan dan keadilan sosial. Ia menyampaikan bahwa pemuda tidak boleh abai terhadap realitas ketimpangan yang terjadi, melainkan harus mengambil peran aktif dalam mengawal kebijakan, memperkuat literasi kritis, serta membangun gerakan yang berpihak pada masyarakat terdampak.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif pemuda terhadap isu lingkungan, keadilan sosial, dan hak masyarakat adat. Diskusi yang berlangsung tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi juga mendorong lahirnya gerakan nyata dalam bentuk pemberdayaan, advokasi, dan keberpihakan terhadap masyarakat yang terdampak. (rilis)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleJadwal Ujian Manajer Koperasi Merah Putih 2026 Resmi Diumumkan, Peserta Diminta Segera Cek
    Next Article Optimalkan LinkedIn untuk Closing, Para Praktisi Sales Sharing di Rosa Hostel
    adm@lampungsekelik.com
    • Website

    Related Posts

    Artikel

    Optimalkan LinkedIn untuk Closing, Para Praktisi Sales Sharing di Rosa Hostel

    Mei 5, 2026
    KEARIFAN LOKAL

    Angkon Muakhi, Budaya Mengangkat Saudara Merawat Harmoni di tengah Keberagaman

    Mei 3, 2026
    KEARIFAN LOKAL

    MEMBANGUN LAMPUNG DENGAN NILAI SAKAI SAMBAYAN

    April 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    BEJULUK BEADOK, NILAI SOSIAL DALAM GELAR ADAT LAMPUNG

    April 12, 202651 Views

    Model Pelayanan Publik Dengan Konsep Nemui Nyimah

    Maret 18, 202651 Views

    Angkon Muakhi, Budaya Mengangkat Saudara Merawat Harmoni di tengah Keberagaman

    Mei 3, 202631 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    85
    Featured

    Pico 4 Review: Should You Actually Buy One Instead Of Quest 2?

    adm@lampungsekelik.comJanuari 15, 2021
    8.1
    Uncategorized

    A Review of the Venus Optics Argus 18mm f/0.95 MFT APO Lens

    adm@lampungsekelik.comJanuari 15, 2021
    8.9
    Editor's Picks

    DJI Avata Review: Immersive FPV Flying For Drone Enthusiasts

    adm@lampungsekelik.comJanuari 15, 2021

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    BEJULUK BEADOK, NILAI SOSIAL DALAM GELAR ADAT LAMPUNG

    April 12, 202651 Views

    Model Pelayanan Publik Dengan Konsep Nemui Nyimah

    Maret 18, 202651 Views

    Angkon Muakhi, Budaya Mengangkat Saudara Merawat Harmoni di tengah Keberagaman

    Mei 3, 202631 Views
    Our Picks

    Optimalkan LinkedIn untuk Closing, Para Praktisi Sales Sharing di Rosa Hostel

    Mei 5, 2026

    Kolaborasi Dengan Payungi, KAMMI Metro Bedah Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua.

    Mei 3, 2026

    Jadwal Ujian Manajer Koperasi Merah Putih 2026 Resmi Diumumkan, Peserta Diminta Segera Cek

    Mei 3, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.